Pendidikan Teknologi

Perbedaan Cold and Warm Booting

Perbedaan-Cold-and-Warm-Booting

Perbedaan Utama – Cold vs Warm Booting. Booting adalah suatu proses atau serangkaian operasi yang terlibat dalam pemuatan dan memulai sistem operasi dari titik di mana pengguna beralih pada tombol daya. Ini juga disebut rebooting, booting, start-up atau boot up.

Dalam Booting, instruksi startup dimuat dari ROM komputer. Kemudian sistem operasi dimuat dari disk boot saat ini. Biasanya, boot disk bisa menjadi hard drive internal. Setelah memuat sistem operasi, proses booting selesai, dan komputer siap digunakan. Cold and warm booting adalah dua jenis booting.

Perbedaan utama antara cold dan warm booting adalah bahwa cold booting merupakan proses memulai komputer yang dimatikan sementara warm booting adalah proses restart komputer tanpa mengganggu daya.

Pengertian Cold Booting

Cold booting adalah proses memulai komputer yang dimatikan. Biasanya, ini dilakukan dengan menekan tombol power di komputer. Cold booting melakukan “Power on Self-Test” (POST). Ini adalah serangkaian pemeriksaan sistem di awal urutan boot. Dengan kata lain, ia memeriksa apakah semua persyaratan terpenuhi, dan perangkat keras bekerja dengan benar sebelum memulai sistem operasi.

Saat memecahkan masalah komputer, pengguna diminta untuk mematikan komputer sepenuhnya. Kemudian cold booting dilakukan. Ini membersihkan semua data sementara dari sistem dan menghilangkan masalah yang dapat mempengaruhi fungsi komputer.

Pengertian Warm Booting

Warm booting adalah proses memulai ulang komputer. Ini dapat diinisialisasi menggunakan sistem operasi. Di Windows, pengguna dapat melakukan warm booting dengan memilih opsi restart dari menu mulai. Di Mac, pengguna dapat melakukan warm booting dengan memilih restart dari menu Apple.

Biasanya, warm booting sering dilakukan daripada cold booting karena pengguna meninggalkan komputer dalam mode sleep ketika tidak berfungsi. Warm booting tidak termasuk power on self-test, tetapi melakukan sisa dari urutan booting. Ini juga memuat file sistem apa pun yang diinstal sebelum komputer dihidupkan ulang.

Perbedaan Antara Cold and Warm Booting

Definisi

  • Cold Booting: Cold booting adalah proses memulai komputer dari shutdown atau keadaan tanpa daya dan mengaturnya ke kondisi kerja normal.
  • Warm Booting: Warm booting adalah proses memulai ulang komputer yang sudah hidup tanpa mematikan komputer sepenuhnya.

Diinisialisasi oleh

  • Cold Booting: Cold booting diinisialisasi dengan menekan tombol daya di komputer.
  • Warm Booting: Warm booting diinisialisasi oleh sistem operasi.

Sinonim

  • Cold Booting: Cold booting juga disebut hard booting, start cold.
  • Warm Booting: Warm booting juga disebut soft booting.

Reset

  • Cold Booting: Cold booting melakukan reset sistem yang lebih lengkap daripada warm booting.
  • Warm Booting: Warm booting melakukan reset sistem yang kurang lengkap daripada cold booting.

Power On Self-Test

  • Cold Booting: Cold booting termasuk power on self-test (POST).
  • Warm Booting: Warm booting tidak termasuk POST.

Frekwensi Penggunaan

  • Cold Booting: Cold booting kurang umum digunakan daripada warm booting.
  • Warm Booting: Warm booting lebih sering dugunakan.

Kesimpulan

Cold atau warm booting bisa di lakukan tergantung pada apakah sistem perlu mulai dari keadaan mati atau hidup. Perbedaan antara cold dan warm booting adalah bahwa cold booting merupakan proses memulai komputer yang dimatikan sementara warm booting adalah proses restart komputer tanpa mengganggu daya.