Pendidikan

Perbedaan Fermentasi dan Respirasi Anaerob

Perbedaan-Fermentasi-dan-Respirasi-Anaerob

Perbedaan Utama – Fermentasi vs Respirasi Anaerob. Fermentasi dan respirasi anaerob adalah dua jenis mekanisme respirasi seluler yang digunakan untuk menghasilkan ATP untuk fungsi sel. Fermentasi dan respirasi anaerob terjadi tanpa adanya oksigen. Mereka menggunakan gula heksose sebagai substrat. Gula hexose pertama menjalani glikolisis.

Perbedaan utama antara fermentasi dan respirasi anaerob adalah fermentasi tidak menjalani siklus asam sitrat (siklus Krebs) dan rantai transpor elektron sedangkan respirasi anaerob mengalami siklus asam sitrat dan rantai transpor elektron .

Pengertian Fermentasi

Fermentasi mengacu pada setiap kelompok reaksi kimia yang diinduksi oleh mikroorganisme untuk mengubah gula menjadi karbon dioksida dan etanol. Gula pertama mengalami glikolisis. Selama glikolisis, glukosa gula heksose dipecah menjadi dua molekul piruvat. Piruvat adalah senyawa tiga karbon. Glikolisis menggunakan dua molekul ATP sambil menghasilkan empat molekul ATP dari energi yang dilepaskan dari glukosa. Piruvat dioksidasi menjadi etanol atau asam laktat. Berdasarkan jenis produk akhir, fermentasi dikategorikan ke dalam dua proses sebagai fermentasi etanol dan fermentasi asam laktat.

Ragi dan beberapa spesies bakteri melakukan fermentasi. Fermentasi etanol digunakan untuk menghasilkan bir, roti, dan anggur. Fermentasi asam laktat terjadi pada otot dan jaringan hewan ketika jaringan membutuhkan lebih banyak energi. Dalam produksi yogurt, fermentasi asam laktat digunakan untuk menghasilkan asam laktat dari laktosa.

Pengertian Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob adalah jenis respirasi seluler yang terjadi tanpa adanya oksigen. Ini terjadi dengan cara yang sama seperti respirasi aerob. Respirasi anaerob dimulai dengan glikolisis seperti proses fermentasi, tetapi tidak berhenti dari glikolisis seperti halnya fermentasi. Setelah produksi acetyl coenzyme A, respirasi anaerob melanjutkan siklus asam sitrat serta rantai transpor elektron.

Akseptor elektron terakhir bukanlah oksigen molekular seperti pada pernapasan aerob. Berbagai jenis organisme menggunakan berbagai jenis akseptor elektron akhir. Ini bisa berupa ion sulfat, ion nitrat atau karbon dioksida. Bakteri metanogenik adalah salah satu jenis organisme yang menggunakan karbon dioksida sebagai akseptor elektron terakhir tanpa adanya oksigen. Mereka menghasilkan gas metana sebagai produk sampingan.

Persamaan Antara Fermentasi dan Respirasi Anaerob

  • Fermentasi dan respirasi anaerob terjadi tanpa adanya oksigen untuk menghasilkan energi.
  • Substrat pernapasan dari kedua fermentasi dan respirasi anaerob adalah gula heksose.
  • Fermentasi dan respirasi anaerob menjalani glikolisis.
  • Produk akhir dari fermentasi dan respirasi anaerob adalah karbon dioksida dan etanol.
  • Asam piruvat dan asetilkolin adalah intermediet dari fermentasi dan respirasi anaerobik.
  • Fermentasi dan respirasi anaerob didorong oleh enzim.
  • Tingkat pemecahan gula oleh fermentasi dan respirasi anaerob meningkat dengan adanya fosfat anorganik.

Perbedaan Antara Fermentasi dan Respirasi Anaerob

Definisi

  • Fermentasi: Fermentasi mengacu pada kelompok reaksi kimia yang diinduksi oleh mikroorganisme untuk mengubah gula menjadi karbon dioksida dan etanol.
  • Respirasi anaerob: Respirasi anaerob mengacu pada jenis respirasi seluler yang terjadi tanpa adanya oksigen.

Intraseluler / Ekstraseluler

  • Fermentasi: Fermentasi adalah proses ekstraseluler.
  • Respirasi anaerob: Respirasi anaerob adalah proses intraseluler.

Oksigen

  • Fermentasi: Fermentasi diinduksi oleh konsentrasi oksigen yang rendah.
  • Respirasi anaerob: Respirasi anaerob terjadi tanpa adanya oksigen.

Setelah glikolisis

  • Fermentasi: Dalam fermentasi, glikolisis tidak mengikuti siklus asam sitrat dan rantai transpor elektron.
  • Respirasi anaerob: Pada respirasi anaerob, glikolisis mengikuti siklus asam sitrat dan rantai transpor elektron.

Total Produksi ATP

  • Fermentasi: Total produksi ATP adalah empat dalam fermentasi.
  • Respirasi anaerob: Total produksi ATP dalam respirasi anaerob adalah 38.

In vitro

  • Fermentasi: Enzim yang diekstrak dari sel-sel fermentasi dapat memproses reaksi dalam medium ekstraseluler.
  • Respirasi anaerob: Enzim yang diekstraksi dari sel tidak dapat memproses respirasi anaerob dalam media ekstraseluler.

Kesimpulan

Fermentasi dan respirasi anaerob adalah dua jenis mekanisme respirasi yang terjadi tanpa adanya oksigen. Fermentasi dan respirasi anaerob terjadi melalui glikolisis. Dalam fermentasi, molekul piruvat diubah menjadi asam laktat atau etanol. Dalam respirasi anaerob, siklus asam sitrat dan rantai transpor elektron juga dilakukan. Tetapi, akseptor elektron terakhir adalah molekul anorganik seperti sulfat, nitrat atau karbon dioksida. Perbedaan utama antara fermentasi dan respirasi anaerob adalah mekanisme dari setiap jenis respirasi.