Pendidikan

Perbedaan Monomer dan Polimer

Perbedaan-Monomer-dan-Polimer

Perbedaan Utama – Monomer vs Polimer. Monomer dan Polimer biasanya digunakan dalam kimia industri untuk berhubungan dengan berbagai jenis material dan konstituennya. Kata ‘poli’ secara harfiah berarti ‘banyak’. Dan kata ‘mono’ berarti ‘satu’ atau ‘tunggal’.

Oleh karena itu, polimer adalah senyawa yang dibuat dari banyak unit tunggal sedangkan monomer dianggap sebagai unit tunggal yang merupakan bahan penyusun dalam rantai polimer. Ini juga merupakan perbedaan utama antara Monomer dan Polimer.

Pengertian Monomer

Seperti disebutkan di atas, monomer adalah satuan tunggal yang bertindak sebagai bahan penyusun polimer. Mereka kovalen terikat untuk membentuk polimer. Ini adalah molekul dengan berat molekul rendah yang secara bertahap bertambah membentuk unit yang kompleks. Ketika dua monomer disatukan, mereka dikenal sebagai ‘dimer’, dan kemudian terus membentuk trimmer, tetramer, pentamer, dll. Ketika ada beberapa lusin unit ditambahkan bersama-sama, sistem ini disebut ‘ oligomer ‘.

Monomer dapat terdiri dari satu jenis molekul dan juga beberapa jenis molekul yang terikat secara kovalen. Sesuai dengan definisi, monomer adalah unit yang diulang dalam polimer. Oleh karena itu, perhatian ekstra harus diambil ketika memecah polimer ke dalam unit monomernya. Protein menjadi polimer dibuat dari unit amida berulang dan karena itu dinamakan sebagai poliamida. Di sini, ‘amida’ mengacu pada jenis ikatan yang mengikat unit monomer. Ketika monomer diulang, begitu juga ikatannya, maka namanya.

Demikian juga, nukleotida adalah unit monomer DNA dan RNA dan selulosa terdiri dari unit D-glukosa berulang. Mengenai polimer sintetis, karet dibuat dari unit ‘isoprena’ yang berulang, etilen diulangi untuk membentuk polietilena dan propilena diulangi untuk membentuk polipropilena. Sifat kimia dan fisik monomer berbeda dari rekan makroskopiknya.

Pengertian Polimer

Seperti disebutkan di atas, polimer adalah makromolekul dengan berat molekul sangat tinggi yang dibangun dari sejumlah besar unit berulang yang disebut monomer. Polimer dapat dibangun dari satu jenis unit atau beberapa jenis unit. Namun, karena monomer didefinisikan sebagai unit berulang, dapat dibuat dari tipe tunggal atau beberapa tipe. Ketika satu jenis monomer terulang, polimer yang dibuat disebut sebagai ‘polimer homo’.

Proses pembentukan polimer dari unit monomer dikenal sebagai ‘polimerisasi’. Selama proses polimerisasi, unit monomer dapat bergabung dalam pola yang berbeda. Dua kategori umum termasuk polimerisasi pertumbuhan langkah dan polimerisasi pertumbuhan rantai. Dalam polimerisasi pertumbuhan, setiap unit monomer ditambahkan satu per satu. Dan dalam metode kedua, yang merupakan polimerisasi rantai pertumbuhan, beberapa unit monomer berkumpul untuk membentuk rantai pendek sebelum melekat pada polimer yang sedang tumbuh.

Polimer disintesis secara kimia dan juga ditemukan secara alami. Beberapa polimer alam yang paling umum adalah; protein (poliamida), DNA (polinukleotida), RNA (polinukleotida), Selulosa (polisakarida), dll. Contoh polimer sintetis termasuk sintetis karet, nilon, PVC, polietilena, polipropilena, dll. Polimer bertindak sebagai bahan makroskopik kontinu sedangkan sifat kimianya dapat didefinisikan pada skala nano, seperti bagaimana rantai polimer berinteraksi melalui kekuatan fisik. Namun, sifat bulk dari polimer dapat diuji dari luar.

Perbedaan Antara Monomer dan Polimer

Definisi

  • Monomer: Monomer adalah unit pengulangan tunggal yang secara kovalen terikat untuk membentuk polimer.
  • Polimer: Polimer adalah bahan makroskopik yang dibangun dari sejumlah besar unit tunggal yang diulang bersama.

Ukuran

  • Monomer: Monomer adalah molekul sederhana dengan berat molekul rendah.
  • Polimer: Polimer adalah molekul kompleks dengan berat molekul sangat tinggi.

Bahan Penyusun

  • Monomer: Monomer dapat memiliki unit kombinasi yang berbeda.
  • Polimer: Suatu polimer akan selalu memiliki unit pengulangan tunggal.

Sifat Fisika Kimia

  • Monomer: Monomer adalah molekul kecil dalam skala mikroskopis yang tidak dapat dibandingkan dengan sifat makroskopik dari polimer. Dan mereka secara kimia lebih reaktif daripada polimer.
  • Polimer: Polimer adalah molekul makroskopik yang lebih kuat dari monomer dan kurang rentan terhadap bahan kimia.

Kesimpulan

Monomer adalah satuan tunggal yang bertindak sebagai bahan penyusun polimer. Polimer adalah makromolekul dengan berat molekul sangat tinggi yang dibangun dari sejumlah besar unit berulang yang disebut monomer. Ini merupakan perbedaan utama antara Monomer dan Polimer.