Menu Close

5 Perbedaan Neurilema dan Selubung Mielin

Apa itu Neurilema?

Neurilema, yang juga dikenal sebagai sel Schwann, adalah lapisan luar yang melapisi serat saraf di sistem saraf tepi. Neurilema terdiri dari sel-sel Schwann yang membentuk selubung yang melindungi serat saraf dan berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan serat saraf yang rusak.

Sel-sel Schwann adalah sel glia khusus yang ditemukan di sistem saraf tepi, yang mencakup saraf-saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Mereka memiliki peran penting dalam memelihara dan melindungi serat saraf. Setiap sel Schwann membungkus sepotong serat saraf dengan membentuk lapisan mielin yang terdiri dari lipoprotein yang disebut mielin. Lapisan mielin ini membantu dalam penghantaran sinyal saraf dengan lebih efisien dan melindungi serat saraf dari kerusakan serta memberikan dukungan struktural.

Selain itu, jika serat saraf mengalami cedera atau kerusakan, sel Schwann dapat berpartisipasi dalam proses regenerasi saraf. Mereka membentuk tabung dugaan yang disebut tabung saraf, yang memberikan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan regenerasi serat saraf yang rusak. Sel Schwann juga menghasilkan faktor-faktor pertumbuhan yang mempromosikan regenerasi dan membantu dalam membentuk kembali jalur saraf yang terputus.

Secara keseluruhan, neurilema atau sel Schwann adalah komponen penting dalam sistem saraf tepi. Mereka melapisi serat saraf, membentuk lapisan mielin, melindungi serat saraf, dan membantu dalam proses regenerasi saraf jika terjadi cedera.

Apa Itu Selubung Mielin?

Selubung mielin adalah lapisan isolasi yang melapisi serat saraf di sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf tepi (SST). Selubung mielin terdiri dari substansi lipid yang membungkus serat saraf secara berulang-ulang, membentuk lapisan yang disebut mielin. Mielin ini terdiri dari lipoprotein yang diproduksi oleh sel glia khusus, yaitu sel oligodendrosit di SSP dan sel Schwann di SST.

Fungsi utama selubung mielin adalah untuk mengisolasi dan melindungi serat saraf, serta mempercepat transmisi sinyal saraf. Lapisan mielin membentuk insulator listrik yang efektif dan mencegah aliran arus listrik melintasi serat saraf, sehingga menghindari kebocoran energi dan memastikan bahwa sinyal saraf mengalir dengan efisiensi tinggi.

Selain itu, selubung mielin juga mempercepat transmisi impuls saraf melalui proses yang disebut konduksi garam. Pada serat saraf berel ini, selubung mielin memisahkan serat saraf menjadi segmen-segmen yang diisolasi dengan ruang kosong di antara mereka disebut nodus Ranvier. Sinyal listrik yang dihasilkan oleh saraf melompat dari satu nodus Ranvier ke nodus Ranvier berikutnya, menghindari perjalanan sinyal melalui selubung mielin yang membungkus serat saraf. Hal ini memungkinkan transmisi sinyal dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Selubung mielin sangat penting bagi fungsi normal sistem saraf. Gangguan dalam pembentukan atau integritas selubung mielin dapat menyebabkan gangguan neurologis seperti penyakit demielinasi, misalnya, multiple sclerosis (MS), yang melibatkan kerusakan dan kehilangan mielin dalam SSP, atau penyakit Charcot-Marie-Tooth yang melibatkan kelainan dalam mielinisasi serat saraf di SST.

Dengan demikian, selubung mielin berperan kritis dalam isolasi, perlindungan, dan percepatan transmisi sinyal saraf di sistem saraf.

Apa Persamaan Neurilema dan Selubung Mielin?

Neurilema dan selubung mielin memiliki beberapa persamaan karena keduanya terkait dengan perlindungan dan fungsi serat saraf. Berikut adalah beberapa persamaan antara neurilema dan selubung mielin:

  1. Perlindungan Serat Saraf: Baik neurilema maupun selubung mielin berperan dalam melindungi serat saraf. Neurilema, yang juga dikenal sebagai sel Schwann, membentuk lapisan luar yang melapisi serat saraf di sistem saraf tepi (SST). Selubung mielin, di sisi lain, adalah lapisan isolasi yang melapisi serat saraf di sistem saraf pusat (SSP) dan SST. Keduanya membantu melindungi serat saraf dari kerusakan mekanis dan kimia yang mungkin terjadi.
  2. Fungsi Isolasi: Neurilema dan selubung mielin berperan dalam mengisolasi serat saraf. Neurilema membentuk lapisan luar serat saraf dan membantu mempertahankan integritas strukturalnya. Selubung mielin, yang terdiri dari substansi lipid, membungkus serat saraf secara berulang-ulang, membentuk lapisan isolasi yang mencegah aliran arus listrik melintasi serat saraf, sehingga mempercepat transmisi sinyal saraf.
  3. Dibentuk oleh Sel Glia: Neurilema dan selubung mielin dibentuk oleh jenis sel glia yang berbeda. Neurilema terbentuk oleh sel Schwann, yang merupakan sel glia khusus yang ditemukan di SST. Selubung mielin di SSP dibentuk oleh sel glia yang disebut oligodendrosit. Keduanya bertanggung jawab untuk memproduksi dan membentuk lapisan yang melapisi serat saraf.
  4. Terlibat dalam Regenerasi Saraf: Baik neurilema maupun selubung mielin memiliki peran penting dalam proses regenerasi saraf jika terjadi cedera. Neurilema membentuk tabung saraf yang memberikan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan regenerasi serat saraf yang rusak di SST. Selubung mielin juga berperan dalam regenerasi saraf dengan mengarahkan pertumbuhan serat saraf yang baru dan membantu membentuk kembali jalur saraf yang terputus di SSP.

Meskipun memiliki persamaan dalam perlindungan dan fungsi serat saraf, perlu dicatat bahwa neurilema terkait dengan SST, sedangkan selubung mielin terkait dengan SSP dan SST. Selain itu, neurilema berperan dalam regenerasi saraf di SST, sementara selubung mielin juga terlibat dalam regenerasi di SSP.

Apa Perbedaan Neurilema dan Selubung Mielin?

Berikut adalah perbedaan antara neurilema dan selubung mielin:

  1. Lokasi: Neurilema terdapat di sistem saraf tepi (SST), yaitu saraf-saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Neurilema terdiri dari sel Schwann yang membentuk lapisan luar serat saraf di SST. Selubung mielin, di sisi lain, terdapat di sistem saraf pusat (SSP) dan SST. Di SSP, selubung mielin dibentuk oleh sel glia yang disebut oligodendrosit, sedangkan di SST, selubung mielin dibentuk oleh sel Schwann.
  2. Komposisi dan Struktur: Neurilema terdiri dari sel-sel Schwann yang membentuk lapisan luar serat saraf. Neurilema dapat membantu dalam pemulihan dan pertumbuhan serat saraf yang rusak. Selubung mielin, di sisi lain, terdiri dari substansi lipid yang membungkus serat saraf secara berulang-ulang, membentuk lapisan yang disebut mielin. Mielin ini membantu isolasi dan percepatan transmisi sinyal saraf.
  3. Fungsi: Neurilema berperan dalam melindungi serat saraf dan memberikan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan regenerasi serat saraf yang rusak di SST. Neurilema juga berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan serat saraf yang terluka. Selubung mielin, di sisi lain, berperan dalam isolasi serat saraf dan mempercepat transmisi sinyal saraf dengan konduksi garam. Selubung mielin membantu mencegah kebocoran energi dan memastikan transmisi sinyal yang efisien.
  4. Lokasi Anatomis: Neurilema terletak di luar serat saraf, membentuk lapisan luar yang melapisi serat saraf. Selubung mielin, di sisi lain, terletak di sepanjang serat saraf, membungkus serat saraf secara berulang-ulang dengan segmen-segmen yang diisolasi oleh nodus Ranvier.
  5. Terkait dengan Penyakit: Kerusakan atau kelainan dalam neurilema dapat menyebabkan masalah pada sistem saraf tepi, seperti pada penyakit Charcot-Marie-Tooth. Kerusakan atau kehilangan selubung mielin dapat menyebabkan masalah pada sistem saraf pusat dan tepi, seperti pada penyakit multiple sclerosis.

Perbedaan-perbedaan ini menunjukkan peran dan lokasi yang berbeda dari neurilema dan selubung mielin dalam sistem saraf, serta dampaknya pada fungsi dan penyakit yang terkait.