Pendidikan

Perbedaan Roasting dan Kalsinasi

Perbedaan Roasting dan Kalsinasi

Perbedaan Utama – Roasting vs Kalsinasi. Meskipun hasil akhir dari roasting dan kalsinasi adalah sama, mereka adalah dua proses berbeda yang digunakan untuk mendapatkan logam dari bijih logam. Hasil akhir dari dua proses adalah konversi bijih menjadi bijih oksida.

Roasting adalah proses memanaskan bijih di hadapan udara. Ini melibatkan reaksi gas-padat yang terjadi pada suhu yang sangat tinggi. Kalsinasi adalah pemanasan pada suhu tinggi di udara atau oksigen. Namun, jumlah udara atau oksigen di sini terbatas.

Oleh karena itu, perbedaan utama antara roasting dan kalsinasi adalah bahwa roasting melibatkan pemanasan bijih di hadapan udara atau oksigen berlebih sedangkan kalsinasi melibatkan pemanasan bijih di hadapan udara atau oksigen terbatas.

Pengertian Roasting

Roasting adalah pemanasan bijih logam di hadapan udara atau oksigen berlebih. Proses ini melibatkan reaksi gas padat. Tujuan dari proses ini adalah untuk memurnikan logam dari bijihnya. Bijih adalah jenis batuan yang mengandung mineral yang cukup dengan unsur-unsur penting termasuk logam. Dalam roasting, bijih dipanaskan di bawah titik lelehnya.

Roasting Pengoksidasi

Roasting oksidasi adalah bentuk pemanggangan yang paling umum. Di sini, bijih logam dipanaskan dengan adanya oksigen berlebih. Roasting menyebabkan pembakaran kotoran, sebagian atau seluruhnya oleh oksigen. Roasting dilakukan dengan memperlakukan bijih dengan udara yang sangat panas. Teknik ini banyak digunakan untuk bijih sulfida.

Reaksi yang terjadi selama proses pemanggangan dapat meliputi:

Oksidasi

Oksidasi terjadi pada proses roasting oksidasi. Di sini, pengotor yang diikat dengan logam diganti dengan oksigen. Mis: Belerang diganti dengan oksigen.

Reduksi

Reaksi reduksi sebagian dapat mengurangi bijih oksida sebelum proses peleburan (proses peleburan adalah proses dari logam yang diekstraksi dari bijinya dengan pemanasan dan peleburan).

Sulfasi

Reaksi sulfasi menyebabkan pembentukan logam sulfida karena reaksi antara sulfida dalam umpan (bijih) dan logam. Reaksi-reaksi ini terjadi di bawah suhu yang terkendali dan kondisi gas.

Tetapi jika suhu dan kondisi gas dipertahankan, kita dapat memperoleh oksida logam dan logam sulfida dari umpan campuran sulfida (campuran sulfida dari berbagai logam. Contoh: campuran besi sulfida dan tembaga sulfida). Proses ini dikenal sebagai “sulfasi selektif”.

Piro-hidrolisis

Pirohidrolisis adalah proses kimia yang terjadi di hadapan uap air (sekitar 300 o C). Berguna dalam membentuk oksida logam dari logam klorida. (Tetapi semua logam klorida tidak dapat menjalani pirolidrolisis jika mereka tidak memiliki energi Gibbs negatif untuk penguraian dan volatilitas yang rendah).

Contoh: M x Cl y + nH 2 O → M x O z + yHCl

M adalah logam, n adalah jumlah molekul air yang bereaksi, y adalah jumlah molekul HCl yang terbentuk dan x dan z adalah jumlah atom logam dan oksigen yang ada di masing-masing molekul.

Roasting bijih sulfida mengubah sulfida menjadi oksida dan belerang menjadi sulfur dioksida. Namun, proses ini melepaskan sejumlah besar gas beracun dan zat beracun seperti arsenik.

Pengertian Kalsinasi

Kalsinasi adalah pemanasan bijih logam dengan adanya udara atau oksigen terbatas. Dalam kalsinasi, bijih dipanaskan pada suhu di bawah titik lelehnya. Proses ini dilakukan terutama untuk menghilangkan kotoran yang mudah menguap. Kalsinasi nama berasal dari nama Latin karena aplikasi utamanya; pemanasan bijih kalsium karbonat.

Dalam kalsinasi, bijih dipanaskan pada suhu di bawah titik lelehnya. Kalsinasi dilakukan dalam reaktor, yang merupakan struktur silinder yang disebut kalsiner. Dalam reaktor ini, kalsinasi dilakukan dalam kondisi yang terkendali. Di sini, karbon dioksida diproduksi dan dilepaskan selama kalsinasi dan kalsium karbonat diubah menjadi kalsium oksida. Proses ini dilakukan terutama untuk menghilangkan kotoran yang mudah menguap.

Tetapi kadang-kadang tungku digunakan untuk kalsinasi karena memanaskan suatu zat ke suhu yang sangat tinggi dilakukan di dalam tungku.

Contoh khas untuk kalsinasi adalah produksi kapur dari batu kapur. Di sana, batu kapur diberikan suhu tinggi yang cukup untuk membentuk dan melepaskan gas karbon dioksida. Kapur diproduksi dalam kondisi bubuk yang mudah.

Perbedaan Antara Roasting dan Kalsinasi

Definisi

  • Roasting: Roasting adalah pemanasan bijih logam di hadapan udara atau oksigen berlebih.
  • Kalsinasi: Kalsinasi adalah pemanasan bijih logam dengan adanya udara atau oksigen terbatas.

Oksigen atau Udara

  • Roasting: Roasting membutuhkan udara atau oksigen dalam jumlah berlebih.
  • Kalsinasi: Kalsinasi dilakukan pada udara atau oksigen terbatas.

Aplikasi Utama

  • Roasting: Roasting terutama dilakukan untuk bijih sulfida.
  • Kalsinasi: Kalsinasi dilakukan untuk bijih karbonat.

Toksisitas

  • Roasting: Roasting melepaskan gas dan zat beracun.
  • Kalsinasi: Kalsinasi melepaskan senyawa beracun dan mudah menguap.

Kesimpulan

Roasting dan kalsinasi adalah proses termal. Perbedaan utama antara roasting dan kalsinasi adalah bahwa roasting melibatkan pemanasan bijih di hadapan udara atau oksigen berlebih sedangkan kalsinasi melibatkan pemanasan bijih di hadapan udara atau oksigen terbatas.