Akuakultur (lebih jarang dieja akuakultur), juga dikenal sebagai aquafarming, adalah budidaya ikan, krustasea, moluska, tanaman air, ganggang, dan organisme lainnya. Selanjutnya, dalam praktik budidaya saat ini, produk dari beberapa pon ikan liar digunakan untuk menghasilkan satu pon ikan piscivorous seperti salmon.

Selanjutnya, seseorang mungkin juga bertanya, apa tiga manfaat dari budidaya?

Manfaat utama yang akan diperoleh dari budidaya adalah:

  • peningkatan produksi pangan untuk konsumsi manusia;
  • terbukanya peluang usaha yang layak secara komersial;
  • penciptaan lapangan kerja, terutama di pedesaan;
  • peningkatan ekspor nasional; dan.
  • substitusi impor dengan produksi lokal.

Selain di atas, apa saja dua jenis budidaya? Ada dua jenis utama akuakultur — laut dan air tawar. Upaya NOAA terutama berfokus pada budidaya laut , yang mengacu pada spesies budidaya yang hidup di laut dan muara.

Selanjutnya, apa contoh budidaya?

Akuakultur adalah budidaya produk alami air (seperti ikan atau kerang, ganggang dan tanaman air lainnya). Beberapa contoh budidaya termasuk beternak ikan lele dan nila di kolam air tawar, budidaya mutiara, dan budidaya salmon di jaring yang dipasang di teluk.

Produk apa yang terlibat dalam budidaya?

Akuakultur adalah istilah untuk menangkap semua yang mencakup produksi ikan bersirip yang penting secara komersial, skala menengah atau industri (seperti lele, trout, salmon , nila, dan berbagai spesies laut); reptil (seperti kura-kura, buaya dan aligator); moluska (tiram, remis dan kerang) dan krustasea (

There aren't any posts currently published under this tag.