Erosi adalah proses geologi yang melibatkan pengangkutan sumber geologi dari satu tempat ke tempat lain karena proses permukaan seperti aliran air. Tidak seperti pelapukan, erosi melibatkan pergerakan sumber seperti tanah dari satu tempat ke tempat lain, dan pengendapan kembali di lokasi baru. Penyebab erosi termasuk aktivitas dinamis agen erosif seperti air, es, salju, udara, tumbuhan, hewan, dan manusia.

Ada berbagai jenis erosi, tergantung pada agen penyebabnya—misalnya, erosi air, erosi angin, erosi salju, erosi zoogenik, dan erosi antropogenik. Laju erosi alami terutama tergantung pada curah hujan, keausan batuan dasar di sungai, gelombang laut, dll. Biasanya, laju erosi lebih tinggi pada bentang alam yang curam.

Umumnya, erosi terjadi sebagai proses alami, tetapi terkadang itu buatan; misalnya aktivitas orang. Erosi buatan lebih besar dibandingkan dengan erosi alami, dan juga menunjukkan dampak yang lebih besar.

Bentuk utama dari erosi adalah erosi air, yang terjadi karena limpasan air di kerak bumi. Ada empat subtipe erosi air: erosi percikan, erosi lembaran, erosi sungai dan erosi parit. Pada tahap pertama dari proses erosi, erosi percikan terjadi, yang diikuti oleh proses erosi lembaran, anak sungai dan selokan.