Humanisme adalah pendekatan psikologis yang menekankan pada studi tentang individu secara keseluruhan, dan perilaku yang terkait dengan perasaan batin dan citra diri individu.

Perspektif ini didasarkan pada gagasan bahwa setiap orang adalah unik dan memiliki kehendak bebas untuk mengubah hidupnya pada waktu tertentu. Selain itu, humanisme menjadi terkenal pada 1960-an sebagai respons terhadap keterbatasan teori psikoanalitik dan behaviorisme Freud.

Menurut perspektif ini, manusia bertanggung jawab atas kebahagiaan dan kesejahteraan mereka sendiri. Mereka memiliki kapasitas bawaan untuk aktualisasi diri, yang merupakan keinginan unik mereka untuk mencapai potensi tertinggi sebagai manusia.

Lebih jauh, humanisme percaya bahwa manusia pada dasarnya baik dan bahwa penyimpangan mereka dari kecenderungan alami ini menghasilkan masalah mental dan sosial. Selain itu, psikolog humanistik menganalisis perilaku manusia melalui mata pengamat, serta melalui mata orang yang dianalisis. Ini adalah ciri khusus humanisme.

Berbeda dengan pendekatan psikologis lainnya, pendekatan humanistik menekankan bahwa manusia berbeda dari hewan karena mereka mampu berpikir, bernalar, dan berbahasa. Humanisme juga menolak pendekatan ilmiah yang ketat terhadap psikologi karena tidak memiliki kemampuan untuk menangkap pentingnya pengalaman sadar. Itu mengandalkan metode penelitian kualitatif seperti kuesioner terbuka, pengamatan individu, wawancara tidak terstruktur, dll.