Kontrakultur adalah sekelompok orang atau gerakan yang memiliki gagasan, nilai, dan norma yang berbeda dari budaya dominan yang berlaku. Sepanjang sejarah, ada banyak kontrakultur. Misalnya, gerakan perempuan Amerika tahun 1960-an dan 70-an, di mana para aktivis pembebasan perempuan menuntut kesetaraan bagi perempuan dan meloloskan Amendemen Persamaan Hak.

Contoh lain adalah “hippies” berjiwa bebas tahun 1960-an yang menganjurkan melawan Perang Vietnam, kesetaraan, dan pelestarian lingkungan.

Lebih jauh, gerakan kontrakultur sering kali bertransisi seiring waktu dan akhirnya menjadi representasi dan bagian dari kepercayaan budaya arus utama. Hal ini terjadi terutama sebagai akibat dari transisi sikap dan perilaku yang berlangsung selama periode waktu tertentu atau sebagai akibat dari penegakan hukum.