Pluralisme adalah fenomena di mana kelompok minoritas berpartisipasi penuh dalam masyarakat dominan, tetapi tetap mempertahankan perbedaan budaya mereka.

Secara umum, istilah pluralisme mengacu pada keberadaan berbagai jenis orang yang memiliki keyakinan dan pendapat yang berbeda dalam masyarakat yang sama. Ada berbagai bentuk pluralisme, seperti pluralisme budaya, pluralisme hukum, pluralisme politik, dll. Multikulturalisme sering dikaitkan dengan pluralisme budaya. Oleh karena itu, kita akan berbicara tentang pluralisme budaya di bagian ini.

Pluralisme budaya sangat mirip dengan multikulturalisme. Secara khusus, ini adalah fenomena di mana kelompok minoritas berpartisipasi penuh dalam masyarakat dominan, tetapi dengan tetap mempertahankan perbedaan budaya mereka. Dalam banyak kesempatan, dua istilah pluralisme budaya dan multikulturalisme digunakan sebagai sinonim.

Namun, jika Anda melihat dengan cermat definisi kedua istilah ini, Anda akan melihat bahwa pluralisme selalu menggambarkan kelompok-kelompok kecil yang ada dalam komunitas yang lebih besar. Kelompok-kelompok kecil ini mempertahankan identitas individu mereka, nilai-nilai budaya dan praktik, yang dapat diterima dalam budaya yang lebih besar selama mereka konsisten dengan cita-cita dan hukum masyarakat yang lebih besar.

Dengan demikian, selalu ada budaya dominan dalam pluralisme. Namun, tidak ada budaya yang dominan dalam multikulturalisme. Apalagi, ketika budaya dominan melemah, masyarakat bisa berubah dari pluralisme menjadi multikulturalisme.