Antroposentrisme adalah pandangan atau keyakinan bahwa manusia lebih unggul dari semua organisme lain. Fokus dalam pandangan ini terutama pada manusia, dan hewan dan alam hanyalah latar belakang.

Dalam antroposentrisme, perspektif manusia adalah yang paling penting dan isu-isu lain mengambil tempat kedua. Kita dapat menggambarkan sebagian besar cabang studi, seperti filsafat dan psikologi, sebagai antroposentris.

Ada berbagai jenis dan derajat antroposentrisme. Terkadang, antroposentrisme dianggap berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Konsep ini sering muncul di bidang etika lingkungan, tetapi sebagian besar ahli berpendapat bahwa kepicikan yang mempromosikan kerusakan lingkungan, bukan antroposentrisme, karena lingkungan diperlukan untuk keberadaan manusia.

Beberapa juga berpendapat bahwa antroposentrisme adalah elemen dasar dari sifat manusia karena manusia selalu menggunakan sumber daya alam, termasuk tumbuhan dan hewan, untuk keuntungan mereka sendiri.